Pencemaran Air di sekitar kita

Penanggulangan terjadinya pencemaran air

Air merupakan sumber kehidupan manusia. Air adalah Sumber Daya Alam manusia yang dapat diperbaharui. Air sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia termasuk dalam mata pencaharian, dan sangat perlu untuk dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.  Setiap hari kita menggunakan air untuk mandi, memasak, minum, dan aktivitas lainnya. Tetapi, masyarakat kurang memperhatikan penggunaan air sehingga dapat menyebabkan air tercemar dan dapat menyebabkan dampak yang buruk. Berbagai penyakit terdapat di dalam air yang sudah tercemar. Hanya saja, masyarakat kadang tidak memperhatikan dampak yang disebabkan air yang tercemar.

Air merupakan komponen sumber daya alam yang sangat penting. Air harus dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Penggunaan air untuk berbagai manfaat dan kepentingan harus dilakukan secara bijaksana juga harus dengan memperhitungkan kepentingan generasi masa kini dan masa depan.

Air sebagai komponen lingkungan hidup akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya. Air yang berkualitas buruk mengakibatkan kondisi lingkungan hidup menjadi buruk, sehingga mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan manusia serta makhluk hidup lainnya. Penurunan kualitas air akan menurunkan daya guna, hasil guna, produktivitas, daya dukung, dan daya tampung dari sumber daya air, yang pada akhirnya akan menurunkan kekayaan sumber daya alam.

Menurut Wikipedia, Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dan banyak faktor lain juga dapat mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dapat dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh banyak  hal. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.  Sampah organik seperti air comberan (sewage) dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun. Jika ikan mati,  mata pencaharian para nelayan dapat terhambat. Mereka hidup dari ikan yang ada di danau atau sungai. Kalau danau atau sungai itu tercemar dapat menyebabkan ikan mati dan para nelayan akan rugi besar. Ini sangat berpengaruh dalam bidang pertanian, perikanan juga sumber air.

Manusia juga berperan dalam terjadinya pencemaran air. Manusia yang menggunakan bahan-bahan kimiawi dan pembuangan serta pengolahan limbah yang tidak maksimal, semua disebabkan oleh manusia. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Padahal, dampak tersebut juga akan dialami manusia. Manusia rugi karena perbuatannya sendiri. Manusia tidak berpikir secara panjang dengan tindakan yang mereka ambil akan berdampak di masa yang akan datang. Jika pencemaran air tidak dihentikan, kehidupan manusia dapat terancam. Sulitnya mendapatkan air yang sehat susah ditemukan. Karena itu, kita sebagai manusia harus menjaga sumber daya alam kita.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran air, baiknya kita tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Dalam pengolahan limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, harusnya dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri. Baiknya kita tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air. Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk. Pencemaran limbah industri dan rumah tangga menyebabkan pencemaran air tanah dan air permukaan. Hujan asam di berbagai kota termasuk di DKI Jakarta misalnya, menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, kerusakan dan kematian tanaman pertanian serta kerusakan hutan.

Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil.  Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan.

Proses pencegahan harus dimulai dari diri sendiri. Kesadaran masyarakat dalam hal ini patut diperhatikan. Langkah kecil sebagai pelajar yang dapat kita ambil adalah dimulai dari lingkungan paling kecil, misalnya rumah sendiri. Kita dapat menjaga selokan juga tidak membuang sampah atau menggunakan barang-barang yang mengandung kimia seperti detergen misalnya. Walau kita seorang pelajar, kita harus menunjukkan kepedulian kita terhadap air. Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan. Lebih baik mencegah daripada memperbaiki. Maka dari itu, kalau masih mau merasakan kesegaran air, jagalah air kita dari sekarang sebelum terlambat!-rachel.XI SOS 2/29.SMA GONZAGA-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: